Memperbaiki Tampilan Yast openSUSE di Putty

Assalamu’alaykum wr.wb
Kebetulan beberapa waktu yang lalu saya sempat mengalami masalah pada tampilan yast saat me-remote server openSUSE menggunakan Putty di windows yang menyebabkan tampilan yast  sulit untuk dibaca.  seperti pada gambar berikut ini :

yast putty

sebenernya solusinya sangat sederhana, pertama lakukan login ke server openSUSE kemudian ketik perintah berikut :


echo “export NCURSES_NO_UTF8_ACS=1” >> /etc/bash.bashrc.local

kemudian logout server dan silahkan coba remote kembali menggunakan putty, maka tampilan yast sudah kembali normal dan mudah dibaca.

yast solved

sekian dari saya, semoga bermanfaat, 🙂

Iklan

Antara Linux, Saya dan openSUSE

Assalamualaikum wr wb, alhamdulillah pada kesempatan kali ini saya akan sedikit berbagi cerita tentang pengalaman dan perjalanan  saya menggunakan distribusi/distro Linux yang dalam perjalanan itu sampai pada akhirnya menggunakan distro  openSUSE hingga sekarang, awal mula saya  mengenal linux  sekitar tahun 2010 dan pada saat itu saya mencari-cari berbagai referensi di internet tentang macam-macam distro dan akhirnya saya menemukan daftar distro yang populer salah satunya adalah “Ubuntu” versi 10.04 Lucid Lynx, akhirnya saya pun tertarik untuk mencoba distro ini  dan saya install pada mesin saya (Acer Aspire 4735z) pada waktu itu. 😀

setelah berhasil install distro linux rasanya memiliki kepuasan tersendiri walaupun waktu itu distro di mesin saya belum terinstall codecs multimedia sama sekali, salah satu yang menjadi kendala saat itu saya kesulitan menggunakan modem CDMA  di linux, ya maklum namanya juga pemula 😀 akhirnya saya bolak-balik boot ke OS tetangga, untuk sekedar mencari cara menginstall codecs  dan menghubungkan modem saya tersebut. sekitar 3-4 minggu kemudian akhirnya saya menemukan cara untuk menginstall paket-paket aplikasi beserta codecs multimedia  yaitu menggunakan  repo offline DVD  sebanyak 8 keping dan menggunakan wvdial untuk dial koneksi modem, setelah selesai konfigurasi wvdial dan berhasil konek ke internet dari Linux, rasanya tuh freedom banget deh waktu itu… 😀

lanjut selang sekitar setahun kemudian kira-kira pada tahun 2011 saya pernah memiliki  bonus  majalah komputer berupa DVD  yang didalamnya terdapat ISO distro openSUSE, dan  sayapun berkeinginan untuk mencobanya dengan melakukan booting via live CD. kesan pertama saya dengan openSUSE pada saat itu tidak begitu wah (mungkin karena saya belum kenal kecanggihan dan kemudahan tools di openSUSE) akan tetapi ada yang membuat saya tertarik dengan openSUSE  yaitu desain mascot/logo distro ini menurut saya lucu 😀

Ketika waktu  lama berlalu dan saya sudah mempunyai mesin baru 😀 , maka timbullah kembali keinginan untuk mencicipi distro Linux selain Ubuntu, dimulai sekitar pada tahun 2015 an saya banyak mencoba berbagai macam distro Linux. tujuan saya awalnya adalah mencari distro linux dengan lingkungan desktop modern KDE yang sudah terinstall secara default, akhirnya jatuhlah pilihan saya pada waktu itu dengan openSUSE 13.2 Herlequin tentunya dengan Desktop KDE yang saya idam-idamkan. nah pada saat itulah kesan saya terhadap distro ini mulai berubah yang awalnya biasa saja menjadi wah, mengapa begitu? karena menurut saya ada salah satu tools yang sangat bermanfaat pada openSUSE yaitu bernama YaST (Yet another Setup Tool), tool ini benar-benar berbeda dari kebanyakan yang dimiliki distro linux yang lain, YaST itu serba komplit (mulai dari installasi paket aplikasi, konfigurasi network, webserver, firewall dll) dalam satu paket aplikasi management (tools) tinggal melakukan klik-klik dengan sedikit setup lalu beres, dan akhirnya-pun saya betah menggunakan distro ini.

pada kesempatan yang lain saya pernah diminta tolong oleh teman saya untuk installasi server dikantornya dan kebetulan  pada saat itu sekalian saya promosikanlah distro openSUSE ini, saya lakukan setup full install tanpa menggunakan VM 😀 dan kebutuhan teman saya pada saat itu server tersebut rencananya akan dijadikan webserver, sharing samba sekaligus backup data. maka dilakukanlah konfigurasinya sampai benar-benar selesai dan sampai sekarang server tersebut masih bekerja dengan baik.

sampai pada pekerjaan-pekerjaan saya berikutnya (yang berhubungan dengan installasi OS Server saya banyak menggunakan openSUSE ini), dan Alhamdulillah di kantor saya bekerja sekarang, sudah ada beberapa server yang live production dengan openSUSE, karena sebelumnya saya sempat rekomendasikan kepada rekan sysadmin di kantor untuk mencoba openSUSE di servernya. dan sepertinya cukup memuaskan.. 😀

dan berikut ini saya sebutkan beberapa point yang menurut saya menarik di openSUSE

  • YAsT (tools yang memudahkan dalam banyak hal)
  • ISO DVD (Lengkap dengan banyak pilihan Desktop Envriontment dan paket standar) walaupun efeknya ISO nya jadi lumayan gendut.
  • Managemen Paketnya mudah dipelajari apalagi tersedia cheat sheets 😀
  • Dokumentasi distro openSUSE ini bagus dan cukup lengkap
  • Snapper+Btrfs (cocok untuk yang suka oprek-oprek tanpa khawatir karena bisa di roolback)
  • Repository lengkap ditambah lagi ada OBS
  • One Click install (install paket aplikasi dengan sekali klik lalu next next sampai finish)
  • teman-teman dan para sesepuh pendekar Linux di openSUSE ID yang ramah dan aktif di grup facebook dan telegram.
  • dan masih banyak hal yang menarik lainnya. 😀

mungkin cukup sekian pengalaman dari perjalanan saya dalam mengguanakan distro linux khusunya openSUSE, intinya jangan takut mencoba sesuatu yang baru dan jangan terlalu cepat menilai tanpa membuktikanya, semoga tulisan ini bermafaat bagi para pembaca jika ada kesalahan dalam penulisan dan tata bahasa saya mohon maaf, 🙂 akhir kata Waassalamu’alaikum wr wb.

 

Solved Blur Wallpaper pada Plasma KDE openSUSE Leap

Assalamualaikum, berikut ini merupakan  pengalaman saya menggunakan DE Plasma 5.x di openSUSE Leap,awalnya saya kurang begitu jeli dengan masalah ini, sampai pada suatu ketika saya coba merubah wallpaper saya ke mode scale, dan hasilnya backround/wallpaper pun menjadi  terlihat blur/blurry, akhirnya saya memutuskan untuk mencari solusinya tentu saja dengan bantuan si mbah 😀 ternyata masalah ini tidak hanya di alami oleh distro yang saya pakai yakni openSUSE Leap tetapi juga saya temukan masalah di forum distro Linux manjaro tepatnya disini masalah ini terjadi khusus pada DE KDE Plasma sedangkan pada DE lain misal Gnome tidak ada masalah sama sekali , singkatnya masalah ini dapat diatasi dengan melakukan patch pada file “main.qml” yang terdapat pada directory

usr/share/plasma/wallpapers/org.kde.image/contents/ui/

untuk file patch main.qml sendiri saya dapatkan dari forum tersebut sampai pada saat tulisan ini dibuat, thread pada forum tersebut sudah tidak dapat di akses, dan untung nya saya sudah menyediakan file backupan patch main.qml yang dapat teman-teman  download disini file ini sudah terpatch jadi cukup hanya lakukan replace pada file asli, sebelumnya lakukan backup filenya terlebih dahulu kemudian lakukan copy ke directory

usr/share/plasma/wallpapers/org.kde.image/contents/ui/

setelah itu lakukan reboot dan selesai, ketika melakukan set wallpaper seharusnya sudah tidak mengalami blur lagi, oh iya masalah ini terjadi di mesin saya Asus A450LC dengan DE Plasma 5.x pada distro openSUSE Leap sejak 42.1 sampai 42.3 dan patch ini masih bekerja juga pada beberapa distro Linux dengan DE Plasma 5.x, mungkin cukup sekian dari saya semoga artikel ini bermanfaat, 😀 Wassalam.

Konfigurasi Jaringan di Proxmox VE 4.3 mode Bridge

konfigurasi jaringan di proxmox ve dapat menggunakan beberapa cara salah satunya mode bridge dan vlan, pada kesempatan ini saya menggunakan mode bridge untuk konfigurasi jaringan antar proxmox ve dan node pada vm. pertama login dahulu ke mesin proxmox :

1. gunakan text editor untuk masuk ke konfigurasi jaringan proxmox  lalu sesuaikan ip address yg digunakan :

auto lo
iface lo inet loopback

auto eth0 inet manual

auto vmbr0
iface vmbr0 inet static
address 192.168.10.2
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.10.1
bridge_ports eth0
bridge_stp off
bridge_fd 0

2. save lalu exit kemudian restart konfigurasi network nya

/etc/init.d/networking restart

3. done, sekian semoga bermanfaat 😀

SOLVED HDA Sound ASUS A450LC openSUSE Leap XFCE

masalah yang terjadi ketika menggunakan opensuse leap edisi xfce adalah sound tidak bekerja di asus A450LC edisi haswell saya :D, untuk solusinya sebagai berikut:

vim /etc/modprobe.d/50-sound.conf

edit seperti dibawah ini:

alias snd-card-1 snd-hda-intel
alias snd-card-0 snd-hda-intel
options snd-hda-intel id=PCH index=0
options snd-hda-intel id=HDMI index=1

save lalu reboot, semoga bermanfaat.

sumber: https://en.opensuse.org/SDB:Audio_troubleshooting

SOLVED Fn Key Brithness Laptop Asus pada openSUSE

Assalamualaikum.. 😀

disini saya akan sedikit bercerita dan memberikan sedikit solusi terkait  masalah yang saya alami sebelumnya adalah fn key brightness tidak jalan di opensuse, jadi hanya bisa atur lewat menu slider pada icon power (battry) tapi setelah melakukan installasi driver NVIDIA di openSUSE saya, brightness malah tidak jalan dikedua”nya. lalu bagaimana solusinya? setelah berkelana cukup jauh akhirnya didapatkanlah solusinya sbg berikut :

1. cek dengan perintah:

wisnu@wisnu # ls /sys/class/backlight/acpi_video0 acpi_video1 intel_backlight

hasil dari perintah diatas akan menampilkan 3 buah directory seperti diatas, karena saya menggunakan IntelHD+NVIDIA maka saya set nilai ke intel_backlight.

2. Cek brigthness kemudian set nilai secara manual apakah berubah atau tidak.

wisnu@wisnu# cat /sys/class/backlight/intel_backlight/brightness 165

3. 165 adalah nilai brightness, sekarang ubah menjadi 40 atau 50

wisnu:/home/wisnu # echo “50” > /sys/class/backlight/intel_backlight/brightness

apabila layar redup maka kita lanjutkan dengan membuat file 20-intel.conf pada /usr/share/X11/xorg.conf.d/

4.buka file 20-intel.conf, vim /usr/share/X11/xorg.conf.d/20-intel.conf

5. kemudian isi dengan file berikut :

Section “Device”
Identifier “card0”
Driver “intel”
Option “Backlight” “intel_backlight”
BusID “PCI:0:2:”
EndSection

save kemudian reboot.

catatan: apabila tidak ada perubahan pastikan pada akhir kernel parameter set acpi_osi= bisa ditambahkan via gui yast>bootloader atau melaui file /etc/default/grub

apabila cara ini menemui error saat menjalankan optimus via terminal seperti not permission denied bla bla.. cukup hanya menambahkan acpi_osi= pada parameter kernel.

sekian dari saya semoga membantu dan apabila ada kesalahan mohon dikoreksi dan akan segera di update.

Wassalam..